Home

Minggu, 08 Agustus 2010

Enha B. 108


Dulu benci sekarang sayang, ipepatah tersebut sangat tepat untuk menggambarkan hubunganku dengan kamar kos yang sudah dua tahun aku huni ini.


kamarku di B.108

Ya, agak malu juga kalau mengingat masa lalu. Dulu, waktu masih jadi maba, aku benci setengah mati rasanya kalau harus pulang ke kosan dibanding pulang ke rumah naik bus deborah. Di pikiranku kamar kos udah kayak gudang dan barak yang membosankan. Kalau sudah sampai waktu akhir pekan, tak mau aku berlama-lama menghabiskan waktu di kamar sempit membosankan ini. Pasti aku langsung pulang ke rumah.

Tetapi sekarang keadaan sudah berubah. Aku jadi jatuh cinta sama kamar ini. Seiring dengan beranjaknya waktu, kebutuhan akan kamar kos dirasa sangat urgent. Sekarang pun aku sering menghabiskan waktu weekend sendirian di kosan. Bahkan terkadang kamar kos terasa lebih nyaman dibanding kamar di rumah. Ahahahaiii....., benar sekali kata pepatah itu ya :D
Dulu sempat terpikir oleh ku untuk pidah kost-an, tapi pembatalan keputusan itu sekarang sudah tidak kusesali lagi. Aku bersyukur sampai saat ini masih dengan legal menempati kamar B 108, Griya Enha 2, Kutek. Lebih-lebih, saat aku mengetahui bahwa daftar tunggu untuk kamar saya ini mencapai puluhan. Weeleeeh....., bisa gitu ya!

Ya, kost-an saya ini terletak di kelurahan Kukusan, Depok. Dinamai kukusan karena dulu di sekitar daerah ini sering ditemui pabrik pembuatan alat kukus (meski sekarang saya gak menemukannya lagi). Tapi orang lebih sering menyebutnya "kutek" singkatan dari "kukusan teknik" sebab lokasinya dekat dengan Fakultas Teknik UI.
Sama hal nya dengan Kober, Barel (yang sekarang udah di segel), Pocin, Kukel, dan Gang Senggol, wilayah kutek ini banyak diisi oleh kost-kost an yang mayoritas dihuni oleh mahasiswa UI.

Kost-an ku ini bernama Griya Enha 2. Pemiliknya bu hajjah Nunung yang super duper makmur plus baek hati. Meski namanya kost-an aku lebih melihatnya seperti hotel. Sueer!, bukan maksudhnya melebih-lebihkan, tetapi penampilan Griya Enha 2 ini tidak seperti kost-kost an pada umumnya. Bangunanya terdiri dari dua lantai dengan 60 kamar dan didisain oleh arsitek. Terdapat wifi yang bisa dipakai gratis include biaya per bulan Rp 500.000 (gak mahal, kan).
Mungkin foto-foto di bawah ini bisa memperjelas:
Koridor lantai atas yang cozy dan ada wifinya (lihat atas)

kosanku tinggi sekali!


ada sedikit sentuhan mediterania dalam disainnya.

tempat duduk-duduk ada di setiap blok


indah!, i will miss this!


dapur B, dekat kamar tempat aku suka cuci piring dan jemur baju

tidak terlihat seperti kost-an kan!


Nah, untuk semester depan aku disuruh pindah ke kamar kakak yang ada di lantai dua. Tetapi aku masih suka dengan kamar single yang kecil mungil ini. Dan yang kutahu sudah ada orang yang mau nge-take. That's my dillema today.

Semoga dikasih petunjuk yang terbaik wheteher i have to move or no. Amin.

4 komentar: